Rabu, 30 November 2011

Strategi yang perlu diterapkan untuk melakukan sosialisasi PPDB :

1. Bentuklah tim work yang aktif, bukan pasif
Ini yang sering terbengkalai dari banyak sekolah-sekolah swasta. Panitia penerimaan siswa baru kebanyakan hanya melakukan umpan bola dan tak mau jemput bola.
Sosialisasi yang baik lebih diintensifkan tidak hanya sekedar pada pembagian brosur dan pemasangan spanduk. Apalagi kita tahu, bahwa brosur delalu berakhir di tempat sampah.
Sosialisasi yang mengena sebaiknya juga dengan mendatangi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di beberapa tempat potensial. Misalnya perkumpulan karangtaruna, remaja masjid dan kalau perlu mendatangi satu persatu calon siswa. Bila disampaikan dengan bahasa yang fleksibel, maka semua itu akan menarik dan berhasil guna.
Jadi bentuklah teamwork yang solid dan mau bekerja keras. Jika perlu, anggarkan dana yang lebih dari mencukupi agar mereka juga bisa berkerja dengan lebih professional.
2. Buatlah pembagian tugas yang detail dan konkrit
Spesialisasi merupakan langkah terbaik. Ketika pembagian tugas atau spesialisasiini bias, maka tim tidak akan berjalan efektif. Dari itu, persiapkan daftar tugas beserta pelaksananya secara detail, agar tidak terjadi kebingungan saat melakukan tugas.

3. Beri pembekalan tim work dengan 5 W, 1 H serta analisis SWOT
Ilmu psikologi sedikit banyak memiliki sumbangsih dalam pelaksanaan sosialisasi. Bagaimana kita bisa mengetahui dan membangkitkan reaksi positif audience/calon siswa, memberi deskripsi sekolah yang menarik dan memicu semangat mereka untuk tetap melanjutkan sekolah. Serta berbagai keahlian lain yang dibutuhkan dalam sosialisasi secara tatap muka langsung maupun tidak langsung.
Untuk itu tim dibekali dengan keterampilan mengolah sistem pertanyaan 5W + 1H (Where, What, When, Why dan How).
Diperlukan juga keterampilan menganalisis dan mengarahkan peserta dengan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treatment). Karena dengan mengemukakan ke-4 hal diatas, maka siswa bisa diarahkan untuk mengikuti sekolah kita.

4. Beri modal dana
Dengan anggaran yang cukup, team akan lebih profesioanl dan bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya. Tetapi control pengeluaran harus tetapi diperhatikan, agar setiap dana yang keluar bermanfaat.
5. Evaluasi bertahap
Setiap pelaksanaan pekerjaan apapun memerlukan evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik. Evaluasi merupakan salah tahap manajemen yang penting dan menjadi acuan pada tahap pelaksanaan berikutnya.

6. Schedul Kerja
Dengan mengatur jadwal kerja tim, maka pelaksanaan akan lebih terkontrol, teratur dan tidak amburadul. Sehingga tidak ada istilah jam karet atau keterlambatan pelaksanaan. Jika perlu buatlah schedule cadangan, sebagai alternatife bila schedule utama tidak bisa dilaksanakan karena beberapa alasan.

Pesta Rujak sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Evaluasi Belajar Siswa

Iindikator keberhasilan pembaruan kurikulum ditunjukkan dengan adanya perubahan pada pola kegiatan belajar-mengajar, memilih media pendidikan, dan menentukan strategi belajar yang menentukan hasil evaluasi untuk meningkatkan prestasi. Selama ini guru dalam memberikan evaluasi atau umpan balik selalu memberikan bobot soal yang sama kepada siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu hal ini tidak adil. Sebab, karakteristik, kemampuan, dan inteligensi mereka sangat beragam.
Karena itu, penulis merasa bahwa masalah atau fenomena tersebut perlu diatasi dengan tindakan yang bisa meningkatkan prestasi belajar siswa dengan kemampuan yang berbeda. Upaya itu diterapkan melalui implementasi model evaluasi pembelajaran Stimulus 4B dengan sarana pesta rujak. 
4B adalah akronim dari ''Beda Buah Beda Bobot''. Model evaluasi pembelajaran ini adalah sebuah model yang menekankan pada proses keterlibatan siswa aktif pada pencapaian hasil evaluasi yang menekankan pada komponen kognitif, psikomotorik, dan afektif. Evaluasinya beragam meliputi tes tertulis, tes performance, hasil karya, produk, dan portofolio melalui stimulus dengan sarana pesta rujak.
4B adalah bentuk sistem evaluasi yang dilakukan guru untuk memberikan stimulus pencapaian hasil evaluasi pembelajaran yang menjadi tujuan guru dari beberapa aspek atau komponen penilaian. Langkah awal dalam melaksanakan stimulus ini adalah membuat profil prestasi siswa kemudian menggolongkannya menjadi beberapa kategori. 
Penggolongan tidak dimaksudkan sebagai diskriminasi siswa tetapi lebih difokuskan pada rangsangan untuk mencapai level lebih tinggi atau paling tinggi pada standart kompetensi yang meningkat dengan proses yang berkesinambungan.